Aldwin Rahadian Minta Pemerintah Bersikap Tegas Terkait Penindasan Muslim Uighur di China

Praktisi hukum Aldwin Rahadian mengaku prihatin atas pemberitaan tentang muslim Uighur yang mengalami tindakan represif dari pemerintah China. Menurut Aldwin, nasib warga muslim minoritas di China itu tengah menjadi sorotan dunia. Ia pun mendesak pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan tegas terkait dugaan pelanggaran HAM yang dialami etnis Uighur di Xinjiang China ini.

Aldwin menilai, Pemerintah Indonesia punya posisi yang kuat untuk mendorong pemerintah Cina membuka informasi atas apa yang menimpa etnis Uighur di provinsi Xinjiang. Apalagi kata Aldwin, Indonesia punya hubungan baik dengan Cina.

“Pemerintah China harus memberikan informasi yang jelas terkait semua umat Islam disana. Jika benar apa yang menimpa muslim Uighur, ini jelas-jelas bentuk pelanggaran nyata atas hak asasi manusia dan hukum internasional. Dan Pemerintah dalam hal ini Menlu (Menteri Luar Negeri) harus mendukung langkah-langkah PBB untuk menyelesaikan dan membebaskan umat muslim yang ada di sana” Tegas Aldwin

Lebih lanjut pengacara Buni Yani ini menegaskan, perlakuan diskriminatif Pemerintah Cina terhadap warga Muslim etnis Uighur telah menyakiti umat Islam Indonesia dan dunia. Apapun alasan Pemerintah Cina tutur Aldwin, kekerasan teradap Muslim Uighur tetap tidak bisa dibenarkan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, meminta pemerintah RI untuk melayangkan protes terhadap perlakukan yang tidak adil ini. Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, maka dari itu pemerintah harus berani bersuara terkait nasib kaum muslim Uighur di Cina.” Imbuh calon anggota DPD RI Dapil Jabar no urut 33 ini.

Leave a Reply