Pengacara Jawab PSI: Buni Yani Justru Mubahalah karena Masuk Penjara

Detik.com – Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, menilai PSI salah paham terkait mubahalah yang dilakukan oleh kliennya. Aldwin mengatakan Buni Yani justru bermubahalah karena masuk penjara dan tidak mendapat keadilan di dunia.

“Ya pertama itu kan haknya Pak Buni. Tetapi kan Pak
Buni Yani itu mubahalah, bukan mubahalah, justru karena dia masuk penjara, jadi
mubahalah. Karena dia dipaksa oleh karena proses hukum yang hukum ini secara
warga negara ini mesti taat hukum tapi sampai sekarang dia tidak pernah
mengetahui atau menyangkal apa yang dituduhkan. Justru dia bermubahalah karena
masuk penjara, bahwa dia bersumpah itu dia memang ketika dia masuk penjara, dia
berharap keadilan Tuhan,” kata Aldwin saat dihubungi, Senin (4/2/2019).

Buni Yani, ditegaskan Aldwin, menyangkal semua tuduhan yang
ditujukan kepadanya terkait kasus pelanggaran UU ITE. Karena itu, menurut
Aldwin, Buni Yani bermubahalah untuk meminta keadilan dari Tuhan.

“Justru karena dia masuk penjara, dia bermubahalah
bahwa dia tidak mendapat keadilan di dunia, maka dia bersumpah, dia berharap
keadilan itu langsung dari Tuhan,” ujarnya.

Aldwin lantas menceritakan kondisi Buni Yani yang saat ini
dipenjara di Lapas Gunung Sindur. Menurut Aldwin, Buni Yani sering meminta
dikirimkan buku untuk menemaninya di penjara. “Pak Buni sehat, malah minta
diantar beberapa buku menemani di sana, baca-baca,” ujarnya.

Sebelumnya, video Buni Yani bermubahalah beredar. Dalam
video itu, Buni Yani menegaskan dirinya tidak bersalah. Bila berbohong, lanjut
Buni Yani, dia minta azab segera turun. Lalu dilaknat oleh Allah, dimasukkan ke
neraka selamanya.

Video mubahalah Buni Yani itu kemudian ditanggapi oleh juru
bicara PSI, Guntur Romli. PSI menilai, dengan divonis bersalah dan ditahan, hal
itu menunjukkan Buni Yani kalah dalam mubahalah.

“Buni Yani berkali-kali mubahalah sejak awal kasus ini,
dengan dia masuk penjara sebenarnya dia sudah kalah dalam mubahalah, karena
mubahalah berlaku efektif di dunia juga, tidak harus nunggu di akhirat,”
ujar Guntur dalam keterangan tertulis.

Leave a Reply